Teman, ini ada penilaian yang dilakukan bagi seorang pengajar yg telah dibuat oleh dosen saya yaitu M. Hidayat M.Pd
Download
Phisys Is My Pashion
Sabtu, 26 Mei 2018
Jumat, 25 Mei 2018
Kamis, 17 Mei 2018
Penelitian Tindakan Kelas
Hayy teman teman, berjumpa lagi bersama saya. kali ini saya akan mengupload PPT Proposal Penelitian Tindakan kelas dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas.
teman teman bisa mendonwload pada link dibawah.
semoga bisa bermanfaat .
.
.
.
.
.
klik disini
teman teman bisa mendonwload pada link dibawah.
semoga bisa bermanfaat .
.
.
.
.
.
klik disini
Jumat, 06 Oktober 2017
Selasa, 20 Desember 2016
Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw
Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw
Dari sisi etimologi Jigsaw berasal dari
bahasa ingris yaitu gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan
istilah Fuzzle, yaitu sebuah teka teki yang menyususn potongan gambar. Pembelajaran kooperatif model jigsaw
ini juga mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji ( jigsaw), yaitu
siswa melakukan sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan
siswa lain untuk mencapai tujuan bersama.
Model pemebelajaran kooperatif model jigsaw
adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada
kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil, seperti yang
diungkapkan Lie ( 1993: 73), bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw
ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam
kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara
heterogen dan siswa bekerja sama salaing ketergantungan positif dan
bertanggung jawab secara mandiri.
Dalam model pembelajaran jigsaw
ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukanakan pendapat, dan
mengelolah imformasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan
berkomunikasii, anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan
kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari, dan dapat
menyampaikan kepada kelompoknya ( Rusman, 2008.203).
Bandingkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw
Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw
Menurut Rusman (2008 : 205) model pembelajaran jigsaw
ini dikenal juga dengan kooperatif para ahli. Karena anggota setiap
kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Namun, permasalahan
yang dihadapi setiap kelompok sama, kita sebut sebagai team ahli yang
bertugas membahas permasalahan yang dihadapi. Selanjutnya, hasil
pembahasan itu di bawah kekelompok asal dan disampaikan pada anggota
kelompoknya.
Kegiatan yang dilakukan pada model pembelajaran kooperatif Jigsaw sebagai berikut:
- Melakukan mambaca untuk menggali informasi. Siswa memeperoleh topik – topik permasalahan untuk di baca sehingga mendapatkan imformasi dari permasalahan tersebut.
- Diskusi kelompok ahli. Siswa yang telah mendapatka topik permasalahan yang sama bertemu dalam satu kelompok atau kita sebut dengan kelompok ahli untuk membicaran topik permasalahan tersebut.
- Laporan kelompok, kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menjelaskan dari hasil yang didapat dari diskusi tim ahli.
- Kuis dilakukan mencakup semua topik permasalahan yang dibicarakan tadi.
- Perhitungan sekor kelompok dan menetukan penghargaan kelompok.
Sedangkan menurut Stepen, Sikes and Snapp (1978 ) yang dikutip Rusman (2008), mengemukakan langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw sebagai berikut:
- Siswa dikelompokan sebanyak 1 sampai dengan 5 orang sisiwa.
- Tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda
- Tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan
- Anggota dari team yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka.
- Setelah selesai diskusi sebagai tem ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tem mereka tentang sub bab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama.
- Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
- Guru memberi evaluasi.
- Penutup
remedial dan pengayaan
Pengertian Dan Prinsip Pembelajaran Remedial
- Program Remedial adalah program pembelajaran yang diberikan kepada
peserta didik yang belum mencapai kompentensi minimalnya dalam satu
kompetensi dasar tertentu. Metode
yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar
belakang kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan tujuan
pembelajarannya pun dirumuskan sesuai dengan kesulitan yang dialami peserta didik.
Pada program
pembelajaran remedial, media belajar harus betul-betul disiapkan guru
agar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami pelajaran yang
dirasa sulit. Alat evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran remedial
pun perlu disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dialami peserta
didik.
PENTING UNTUK DIPAHAMI GURU
Remedial bukan mengulang tes (ulangan harian) dengan materi yang sama, tetapi guru memberikan perbaikan pembelajaran pada KD yang belum dikuasai oleh peserta didik melalui upaya tertentu. Setelah perbaikan pembelajaran dilakukan, guru melakukan tes untuk mengetahui apakah peserta didik telah memenuhi kompetensi minimal dari KD yang diremedialkan.
- Mengapa diperlukan pembelajaran remedial?
Setiap guru berharap
peserta didiknya dapat mencapai penguasaan kompetensi yang telah
ditentukan. Berdasarkan permendikbud No. 65 tentang Standar Proses, No.
66 thn 2013 tentang standar penilaian, setiap pendidik hendaknya
memperhatikan prinsip perbedaan individu (kemampuan awal, kecerdasan,
kepribadian, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, gaya belajar),
maka program pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan/hak anak. Dalam program pembelajaran remedial guru akan
membantu peserta didik, untuk memahami kesulitan belajar yang
dihadapinya, mengatasi kesulitannya tersebut dengan memperbaiki cara belajar dan sikap belajar yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal.
- Kapan dilakukan program pembelajaran remedial?
Mengacu pada permendikbud 65 tentang Standar Proses, No. 66 thn 2013:
Hasil penilaian otentik dapat digunakan oleh guru untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment) atau pelayanan konseling.
Penilaian yang dimaksud
adalah tidak terpaku pada hasil tes (ulangan harian) pada KD tertentu.
Penilaian juga bisa dilakukan ketika proses pembelajaran berlangsung
(dari aspek pengetahuan, sikap ataupun keterampilan).
Pembelajaran remedial dilakukan ketika peserta didik teridentifikasi oleh guru mengalami kesulitan terhadap penguasaan materi pada KD tertentu
yang sedang berlangsung. Guru dapat langsung (segera) melakukan
perbaikan pembelajaran (remedial) sesuai dengan kesulitan peserta didik
tersebut, tanpa menunggu hasil tes (ulangan harian). Program
pembelajaran remedial dilaksanakan di luar jam pelajaran efektif atau
ketika proses pembelajaran berlangsung (bila memungkinkan).- Berapa lama program pembelajaran remedial dilakukan?
Program pembelajaran
remedial dilaksanakan sampai peserta didik menguasai kompetensi dasar
yang diharapkan (tujuan tercapai). Ketika peserta didik telah mencapai
kompetensi minimalnya (setelah program pembelajaran remedial dilakukan),
maka pembelajaran remedial tidak perlu dilanjutkan.
- Bagaimana program pembelajaran remedial dilakukan?
Teknik pembelajaran
remedial bisa diberikan secara individual maupun secara berkelompok
(bila terdapat beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan pada KD
yang sama).
Advertiser
Beberapa metode
pembelajaran yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran
remedial yaitu: pembelajaran individual, pemberian tugas, diskusi, tanya
jawab, kerja kelompok, dan tutor sebaya.
Aktivitas guru dalam
pembelajaran remedial, antara lain: memberikan tambahan penjelasan atau
contoh, menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan
sebelumnya, mengkaji ulang pembelajaran yang lalu, menggunakan berbagai
jenis media. Setelah peserta didik mendapatkan perbaikan pembelajaran,ia
perlu menempuh penilaian, untuk mengetahui apakah peserta didik sudah
menguasai kompetensi dasar yang diharapkan.
- Siapa yang melakukan program pembelajaran remedial?
Yang melakukan
program pembelajaran remedial adalah Guru kelas. Guru kelas dapat
melakukan identifikasi terhadap kesulitan peserta didik dan langsung
membuat perencanaan pembelajaran remedial. (misal mencari metode dan
aktivitas yang lebih tepat, mencari dan menetapkan waktunya).
Prinsip-prinsip Program Remedial
Beberapa prinsip yang
perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya
sebagai pelayanan khusus antara lain:
- Adaptif. Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing.
- Interaktif. Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan guru untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan selalu memberikan monitoring dan pengawasan agar mengetahui kemajuan belajar peserta didiknya.
- Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian. Pembelajaran remedial perlu menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
- Pemberian umpan balik sesegera mungkin. Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut.
- Pelayanan sepanjang waktu. Pembelajaran remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.
Demikianlah uraian mengenai pengertian dan prinsip pembelajaran remedial. Semoga bermanfaat.
sumber : http://www.membumikanpendidikan.com/2014/10/pengertian-dan-prinsip-pembelajaran.html
Langganan:
Postingan (Atom)